Berdirinya Daulah Abbasiyah: Kejayaan dan Runtuhnya Peradaban Emas Islam
Artikel ini membahas proses pembentukan, dinamika kepemimpinan lima periode, puncak kejayaan peradaban, hingga faktor-faktor pembawa runtuhnya Daulah Abbasiyah sebagai salah satu pilar sejarah Islam terpenting.

Tujuan belajar
Setelah membaca, pembaca diharapkan dapat:
- Menjelaskan latar belakang, tokoh pendiri, dan garis silsilah utama Daulah Abbasiyah.
- Menguraikan pembagian lima periode pemerintahan Abbasiyah beserta karakteristik kepemimpinannya.
- Menghubungkan pencapaian sains dan kebudayaan Abbasiyah serta memahami sebab-sebab kehancurannya pada tahun 1258 M.
Pengertian dan latar belakang
Daulah Abbasiyah adalah dinasti kekhalifahan Islam yang berkuasa selama lebih dari lima abad (750 M – 1258 M) dengan pusat pemerintahan utama di Baghdad. Dinasti ini menggantikan Kekhalifahan Umayyah setelah memenangkan revolusi politik yang dipicu oleh ketidakpuasan masyarakat—khususnya kelompok Mawali (non-Arab) dan pendukung Ahlul Bait—terhadap diskriminasi serta kebijakan internal Umayyah.
Pembahasan utama
1. Proses Pembentukan Daulah Abbasiyah
Gerakan pembentukan Abbasiyah berakar dari strategi politik rahasia yang dirintis oleh Muhammad bin Ali bin Abdullah bin Abbas. Gerakan ini dijalankan secara terorganisir melalui tiga kota utama:
- Humaimah: Pusat perencanaan strategis dan propaganda rahasia.
- Kufah: Pusat koordinasi dan penggalangan massa.
- Khorasan: Pusat gerakan militer dan eksekusi lapangan.
Dengan mengusung slogan al-Rida min Al Muhammad (mengembalikan kepemimpinan kepada keluarga Nabi), gerakan ini berhasil menghimpun dukungan luas. Dipimpin oleh panglima militer Abu Muslim al-Khurasani, revolusi ini memuncak pada Pertempuran Sungai Zab (750 M) yang menumbangkan Khalifah Umayyah terakhir, Marwan II.
a. Pendiri Daulah Abbasiyah
Pendiri sekaligus khalifah pertama Daulah Abbasiyah adalah Abu al-Abbas As-Saffah (Abu al-Abbas Abdullah bin Muhammad bin Ali bin Abdullah bin Abbas). Ia dibaiat di Kufah pada tahun 749 M. Gelar As-Saffah ("Penebar Darah") melekat karena ketegasannya dalam menumpas sisa-sisa penguasa Umayyah guna mengamankan stabilitas pemerintahan baru.
b. Silsilah Daulah Abbasiyah
Nama "Abbasiyah" dinisbatkan kepada paman Nabi Muhammad SAW, yaitu Al-Abbas bin Abdul Muthalib. Garis keturunannya secara berurutan adalah: Al-Abbas → Abdullah (Ibnu Abbas) → Ali → Muhammad → Abu al-Abbas As-Saffah / Abu Ja'far Al-Mansur. Seluruh 37 khalifah Abbasiyah yang bertakhta di Baghdad berasal dari garis keturunan ini.
2. Masa Pemerintahan Daulah Abbasiyah dan Para Khalifahnya
Sejarah kepemimpinan Abbasiyah dibagi menjadi lima periode berdasarkan pergeseran kendali politik di dalam istana:
a. Periode Pertama (750 M – 847 M)
Dikenal sebagai Masa Pengaruh Persia Pertama sekaligus Puncak Keemasan Islam. Khalifah memegang kendali penuh atas negara dengan dukungan keluarga Barmak (Persia). Tokoh utama: Abu al-Abbas As-Saffah, Abu Ja'far Al-Mansur, Harun al-Rasyid, dan Al-Ma'mun.
b. Periode Kedua (847 M – 945 M)
Dikenal sebagai Masa Pengaruh Turki Pertama. Perwira militer asal Turki mulai mendominasi istana dan menentukan pengangkatan atau pemberhentian khalifah. Tokoh utama: Al-Mutawakkil dan Al-Muntashir.
c. Periode Ketiga (945 M – 1055 M)
Dikenal sebagai Masa Pengaruh Dinasti Buwaihi (Persia Syi'ah). Kekuasaan eksekutif dipegang oleh dinasti Buwaihi, sementara khalifah hanya berfungsi sebagai simbol keagamaan formal. Tokoh utama: Al-Mustakfi dan Al-Muti'.
d. Periode Keempat (1055 M – 1194 M)
Dikenal sebagai Masa Pengaruh Dinasti Seljuk (Turki Sunni). Dinasti Seljuk memulihkan pengaruh aliran Sunni dan mendirikan jaringan pendidikan Madrasah Nizamiyah. Tokoh utama: Al-Qa'im dan Al-Mustazhir.
e. Periode Kelima (1194 M – 1258 M)
Masa di mana kekhalifahan kembali bebas dari pengaruh dinasti asing secara politik, namun wilayah kekuasaannya menyusut signifikan hanya di sekitar Irak hingga kedatangan invasi Mongol. Tokoh utama: An-Nashir dan Al-Musta'shim Billah.
Contoh atau penerapan
Perkembangan Peradaban Islam pada Masa Daulah Abbasiyah
Pencapaian peradaban pada era Abbasiyah dapat dibuktikan melalui beberapa pilar kemajuan konkret berikut:
- Sains & Matematika: Pendirian lembaga penerjemahan dan penelitian Bayt al-Hikmah di Baghdad. Tokoh seperti Al-Khawarizmi menemukan cabang ilmu aljabar, sedangkan Ibnu Sina menyusun risalah kedokteran monumental Al-Qanun fi al-Tibb.
- Keagamaan: Kodifikasi hukum fiqih oleh Empat Imam Mazhab (Hanafi, Maliki, Syafi'i, Hanbali) serta pembukuan hadis standar (*Kutubus Sittah*) oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim.
- Filsafat & Sastra: Penerjemahan karya klasik Yunani yang melahirkan filsuf Muslim seperti Al-Kindi dan Al-Farabi, serta berkembangnya karya sastra ternama seperti *1001 Malam*.
Masa Kehancuran Daulah Abbasiyah
Kehancuran Abbasiyah disebabkan oleh kombinasi dinamika internal dan faktor eksternal:
- Faktor Internal (Fakta): Perebutan kekuasaan antar keluarga kerajaan, dominasi tentara bayaran asing, penurunan pendapatan negara akibat desentralisasi wilayah, serta konflik sektarian.
- Faktor Eksternal (Fakta & Penafsiran): Serangan pasukan Mongol di bawah pimpinan Hulagu Khan pada tahun 1258 M. Kota Baghdad dibumihanguskan, perpustakaan Bayt al-Hikmah dihancurkan, dan Khalifah Al-Musta'shim Billah tewas. Para sejarawan menafsirkan peristiwa ini sebagai titik balik berakhirnya masa keemasan peradaban Islam klasik.
Sumber belajar
- Badri Yatim, Sejarah Peradaban Islam: Dirasah Islamiyah II, 2014. Tautan ke sumber asli.
- Philip K. Hitti, History of the Arabs: From the Earliest Times to the Present, 2002. Tautan ke sumber asli.
- Kementerian Agama RI, Ensiklopedi Islam: Sejarah Kebudayaan Islam Masa Abbasiyah, 2019. Tautan ke sumber asli.
Pertanyaan sebelum bermain
Baca pertanyaannya terlebih dahulu, lalu pasangkan jawaban di latihan interaktif.
Apa maksud politik bersahabat yang dilakukan Daulah Abbasiyah dalam mendirikan daulah?
Sebutkan tiga (3) kelompok yang melakukan propaganda terhadap Daulah Umayyah!
Pada masa siapa popularitas Daulah Abbasiyah mencapai puncaknya?
Sebutkan para khalifah yang memimpin pada periode pertama Daulah Abbasiyah!
Mengapa Khalifah Al-Manshur memindahkan pusat pemerintahannya ke Kota Baghdad?