Sejarah Peradaban Islam pada Masa Daulah Abbasiyah: Kejayaan hingga Keruntuhan
Artikel ini mengulas perjalanan Daulah Abbasiyah mulai dari faktor berdirinya, masa keemasan ilmu pengetahuan di Baghdad, hingga peristiwa tragis yang menyebabkan runtuhnya dinasti ini.

Tujuan belajar
Setelah membaca, pembaca diharapkan dapat:
- Menjelaskan faktor-faktor latar belakang dan proses berdirinya Daulah Abbasiyah.
- Menguraikan perkembangan peradaban, sains, dan tokoh-tokoh utama pada masa keemasan Islam.
- Menghubungkan faktor internal dan eksternal yang menyebabkan keruntuhan Kekhalifahan Abbasiyah.
Pengertian dan latar belakang
Daulah Abbasiyah (750โ1258 M) adalah kekhalifahan Islam ketiga yang menggantikan Dinasti Umayyah. Dinasti ini dinamai berdasarkan nama paman Nabi Muhammad SAW, yaitu Abbas bin Abdul Muthalib. Berbeda dengan Dinasti Umayyah yang berpusat di Damaskus dan cenderung memprioritaskan etnis Arab (*Arab-sentris*), Daulah Abbasiyah memindahkan ibu kota kekhalifahan ke Baghdad dan merangkul berbagai etnis serta budaya, khususnya Persia dan non-Arab (Mawali).
Pembahasan utama
A. Faktor-Faktor Berdirinya Daulah Abbasiyah
Runtuhnya Kekhalifahan Umayyah dan berdirinya Abbasiyah didorong oleh beberapa faktor mendasar:
- Diskriminasi Terhadap Kaum Mawali: Kaum Muslim non-Arab (Mawali) merasa diperlakukan sebagai warga kelas dua dan tetap dibebani pajak tinggi oleh penguasa Umayyah.
- Kekecewaan Kelompok Syiah dan Keturunan Nabi: Penindasan terhadap keluarga Nabi memicu gerakan politik bawah tanah yang mengusung narasi kepemimpinan keluarga Nabi (Al-Rida min Ali Muhammad).
- Konflik Internal Umayyah: Pertikaian antarsuku Arab (Kais dan Yaman) serta perebutan kekuasaan di antara para pangeran Umayyah melemahkan struktur pemerintahan.
- Gerakan Propaganda Terorganisir: Bani Abbas membangun basis dukungan rahasia di Humaimah dan Khurasan di bawah kepemimpinan militer Abu Muslim al-Khurasani.
B. Proses Berdirinya Daulah Abbasiyah
Peralihan kekuasaan memuncak melalui serangkaian peristiwa sejarah:
- Pemberontakan Khurasan (747 M): Abu Muslim al-Khurasani memimpin konsolidasi militer dan menguasai kota-kota strategis di wilayah timur.
- Proklamasi Khalifah Pertama (749 M): Abu al-Abbas as-Saffah resmi dibaiat sebagai khalifah pertama di Kufah.
- Pertempuran Sungai Zab (750 M): Pasukan Abbasiyah berhasil menumbangkan pasukan Umayyah yang dipimpin oleh Khalifah Marwan II.
- Pembangunan Kota Baghdad (762 M): Khalifah kedua, Abu Ja'far al-Mansur, membangun Baghdad sebagai ibu kota baru yang berkembang menjadi pusat peradaban dan perdagangan dunia.
C. Perkembangan Peradaban Islam pada Masa Daulah Abbasiyah
Puncak kejayaan atau The Golden Age of Islam dicapai pada era Khalifah Harun al-Rashid (786โ809 M) dan al-Ma'mun (813โ833 M). Beberapa capaian utamanya meliputi:
- Baitul Hikmah (House of Wisdom): Pusat penerjemahan, akademi ilmu pengetahuan, dan perpustakaan megah di Baghdad tempat berkumpulnya para ilmuwan lintas bangsa dan agama.
- Sains dan Matematika: Al-Khawarizmi mengembangkan aljabar dan memperkenalkan sistem angka nol.
- Kedokteran: Ibnu Sina (Avicenna) menulis Al-Qanun fi at-Tibb yang menjadi standar medis dunia selama berabad-abad, serta Al-Razi yang mempelopori studi penyakit cacar.
- Filsafat dan Astronomi: Tokoh seperti Al-Farabi, Ibnu Rusyd, dan Al-Battani memajukan pemikiran rasional serta pengukuran astronomi mutakhir.
- Keagamaan: Kodifikasi empat mazhab Fikih (Hanafi, Maliki, Syafi'i, Hanbali) serta penyusunan kitab-kitab Hadis Sahih (Bukhari dan Muslim).
D. Masa Kehancuran Daulah Abbasiyah
Keruntuhan dinasti ini disebabkan oleh kombinasi krisis internal dan serangan eksternal:
- Dominasi Garda Asing: Ketergantungan khalifah pada tentara bayaran Turki dan Persia melemahkan kendali politik khalifah secara substansial.
- Disintegrasi Wilayah: Wilayah yang terlalu luas memicu munculnya dinasti-dinasti kecil yang memisahkan diri.
- Serangan Bangsa Mongol (1258 M): Pasukan Mongol di bawah pimpinan Hulagu Khan mengepung dan membumihanguskan kota Baghdad, membantai ribuan penduduk, serta menghancurkan koleksi buku perpustakaan ke Sungai Tigris.
Contoh atau penerapan
Dampak dari perkembangan peradaban Abbasiyah dapat kita rasakan hingga hari ini. Sebagai contoh, pengenalan sistem aljabar dan angka desimal oleh Al-Khawarizmi menjadi fondasi dasar bagi ilmu komputer dan algoritma modern saat ini. Selain itu, metode penerjemahan dan pengkajian karya ilmiah secara kritis di Baitul Hikmah menunjukkan pentingnya keterbukaan terhadap ilmu pengetahuan dari berbagai kebudayaan.
Sumber belajar
- Badri Yatim, Sejarah Peradaban Islam, 2008. Tautan ke sumber asli.
- Philip K. Hitti, History of the Arabs, 2002. Tautan ke sumber asli.