Menghirup Napas Iman di Tengah Kabut: Refleksi Ekoteologi dan Pentingnya Mensyukuri Nikmat Udara Segar
Bencana kabut asap di Desa Indra Sakti, Kabupaten Kampar, menjadi pengingat pentingnya mensyukuri nikmat udara segar yang kerap terlupakan sekaligus dorongan aksi nyata penanaman pohon.
Potret Buram Bumi Kampar dan Saatnya Bermuhasabah
Suasana langit di Desa Indra Sakti, Kabupaten Kampar, belakangan ini tampak berbeda. Cakrawala yang biasanya biru cerah kini tertutup kabut tipis berwarna abu-abu akibat musim kemarau panjang yang melanda wilayah Provinsi Riau secara umum. Bencana kabut asap ini tidak hanya mengganggu aktivitas luar ruangan dan mengancam kesehatan pernapasan (ISPA) warga, tetapi juga berpotensi memicu krisis air bersih.
Dalam mimbar khutbahnya, Khatib Ustadz Herpan, S.Pd.I menekankan bahwa kondisi lingkungan yang buruk ini merupakan momen penting bagi masyarakat untuk bermuhasabah dan merenung. Kerusakan alam sering kali berakar dari kelalaian manusia dalam menjaga keseimbangan ciptaan Allah SWT, sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur'an:
ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُم بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ
"Zaharal-fasādu fil-barri wal-baḥri bimā kasabat aidin-nāsi liyużīqahum ba'ḍallażī 'amilū la'allahum yarji'ūn."
Artinya: "Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)." (QS. Ar-Rum: 41)
Udara Segar: Nikmat Gratis yang Sering Terlupakan
Salah satu karunia terbesar yang diterima manusia setiap detik adalah udara bersih dan oksigen segar. Namun, karena hadir secara melimpah dan gratis, nikmat ini sering kali luput dari rasa syukur hingga ancaman asap datang menyelimuti pemukiman warga.
Rasulullah SAW mengingatkan pentingnya menjaga dan memelihara kesehatan sebagai nikmat yang sering terabaikan melalui sabdanya:
نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ: الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ
"Ni'matāni magbūnun fīhimā kaṡīrum minan-nās: aṣ-ṣiḥḥatu wal-farāg."
Artinya: "Dua nikmat yang banyak manusia tertipu (lalai) di dalamnya: kesehatan dan waktu luang." (HR. Bukhari)
Oksigen yang segar bukan sekadar kebutuhan biologis, melainkan bentuk kasih sayang ilahi yang melandasi keberlangsungan hidup seluruh makhluk di muka bumi. Ketika kabut asap melanda, barulah kita menyadari betapa bernilainya kesehatan paru-paru dan kebersihan udara di sekitar kita.
Aksi Nyata Ekoteologi: Program Penanaman 1 Juta Pohon Matoa
Sebagai langkah konkret merespons krisis lingkungan ini, Kementerian Agama menginisiasi gerakan ekoteologi melalui Program Penanaman 1 Juta Pohon Matoa. Program ini menargetkan seluruh warga madrasah (guru, siswa, dan staf) khususnya, serta masyarakat umum di Desa Indra Sakti dan Riau secara luas untuk berpartisipasi aktif menanam pohon di lingkungan sekitar.
Menanam pohon dalam ajaran Islam bukan hanya usaha penghijauan, tetapi memiliki nilai ibadah dan sedekah yang pahalanya terus mengalir (sadaqah jariyah). Rasulullah SAW bersabda:
مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَغْرِسُ غَرْسًا أَوْ يَزْرَعُ زَرْعًا فَيَأْكُلُ مِنْهُ طَيْرٌ أَوْ إِنْسَانٌ أَوْ بَهِيمَةٌ إِلاَّ كَانَ لَهُ بِهِ صَدَقَةٌ
"Mā min muslimin yagrisu garsan au yazra'u zar'an fayakulu minhu ṭairun au insānun au bahīmatun illā kāna lahū bihī ṣadaqah."
Artinya: "Tidaklah seorang muslim menanam pohon atau menabur benih tanaman, lalu tanaman itu dimakan oleh burung, manusia, atau hewan ternak, melainkan tanaman itu menjadi sedekah baginya." (HR. Bukhari & Muslim)
Pohon matoa (Pometia pinnata) dipilih karena memiliki tajuk yang rimbun, daya serap karbon yang tinggi, serta memberikan manfaat buah bagi masyarakat. Melalui gerakan ini, diharapkan lingkungan Desa Indra Sakti, Kabupaten Kampar, dan Provinsi Riau secara umum dapat kembali sejuk, asri, dan segar.
Sumber dan Verifikasi
Naskah khutbah dan pesan ekoteologi ini disampaikan langsung oleh Khatib Ustadz Herpan, S.Pd.I di Desa Indra Sakti, Kabupaten Kampar, Riau, serta diselaraskan dengan program penghijauan lingkungan Kementerian Agama Republik Indonesia.